Press "Enter" to skip to content

Kesalahan Pembelian Liverpool

Kesalahan Pembelian Liverpool – Liverpool mempunyai tradisi panjang dalam pergerakan bursa transfer pemain. Mereka pernah sukses, tetapi tak jarang mesti kecewa kala telah menggelontorkan dana besar. Kecermatan dan insting tim pembimbing bakat serta rombongan pemburu Liverpool menjadi kunci. Pada musim panas tahun ini, Liverpool sudah habiskan rekor transfer klub sebesar 34 juta pounds demi Mohammed Salah. Bahkan, rumornya mereka bakal keluarkan lagi 60 juta pounds untuk paling tidak dua nama lagi. Sepanjang sejarah bursa transfer, Liverpool pernah mengerjakan blunder. Mereka salah meneliti pemain yang akhirnya hanya buang-buang duit saja. Andy Carroll misalnya yang didatangkan dari Newcastle United dengan mahar 34 juta pounds. Bukannya apik, dia justeru melempem dan pada akhirnya kembali terdepak. Di samping Carroll ada sejumlah nama beda yang seharusnya tak pernah berseragam Liverpool. Dibawah ini susunan nama-nama tersebut:

Stewart Downing – Kembali pada 2011 lalu, Stewart Downing dianngap sebagai pemain sayap terbaik dan berpotensi di Inggris. Berawal dari aksinya di Middlesbrough, penampilannya terhirup oleh sejumlah pencari bakat dan mengilap bareng Aston Villa. Akan tetapi, saat pindah ke Liverpool, Downing justeru tak cocok ekspetasi. Dia hanya dapat cetak tujuh gol saja dari 90 pertandingan untuk Liverpool. Bukan sebab buruk, namun Ia bukanlah pemain standar sekelas Liverpool. Akhirnya dia hanya bertahan dua musim sesudah ditransfer ke West Ham United.

Alberto Moreno – Dianggap sebagai bek kiri sangat menjanjikan di Eropa, Alberto Moreno hanya dapat menjadi penghangat bangku cadangan di Liverpool. Bila seorang pemain dilihat kurang baik untuk menggeser posisi James Milner yang telah kepala tiga di bek kiri, berarti terdapat sesuatu yang benar-benar salah. Moreno dianngap tak memiliki mentalitas untuk tim sekelas Liverpol. Penampilannya tidak mengindikasikan pemahaman taktis atau permainan yang biasanya merugikan Liverpool. Alhasil, Jurgen Klopp membiarkannya di posisi sebagai cadangan, walau satu-satunya left defender, Joe Gomez cedera. Moreno dianngap kerap membuat kekeliruan tiap kali dipercaya.

Fernando Morientes – Setelah tampil impresif di La Liga bareng Real Madrid, seluruh orang menginginkan Morientes gemilang jua di Inggris. Fakta Morientes berusia 28 tahun ketika tiba di Anfield tadinya tak dipermasalahkan, namun semakin lama ternyata berpengaruh. Meski mencetak nyaris 100 gol untuk Real Madrid, Morientes cuma mampu mengoleksi 12 gol dalam 60 penampilan untuk The Reds. Penampilannya terbilang jauh dari ekspektasi. Secara keseluruhan, pesepakbola berdarah Spanyol tersebut cuma bermain di Inggris sekitar 18 bulan. Dia setelahnya kembali ke tanah airnya bareng Valencia pada 2006 lalu.

Andy Carroll – Keputusan Kenny Dalglish ketika datangkan Andy Carroll kelihatannya tidak masuk akal sama sekali. Penyerang Newcastle itu di anggap sebagai suksesor Peter Crouch yang lebih kuat. Ia di anggap sebagai target man yang mempunyai teknik duel udara. Namun, sesudah didatangkan dengan mahar 35 juta pounds, Carrol jauh dari ekspetasi. Kariernya paling buruk di Anfield. Dia dibeli pada bulan Januari, namun kebugaran membuatnya berdebut di bulan Maret. Di samping itu, ia cuma menghasilkan 2 gol selama sisa musim. Musim selanjutnya ia tampil 35 kali dan mencetak 4 gol.

El Hadji Diouf – Sudah bukan rahasia umum bahwa striker Senegal tersebut mempunyai mulut besar dan sikap buruk. Dalam 55 penampilan untuk Liverpool, El Hadji Diouf tak dapat buktikan mulut besarnya itu. Diouf hanya sukses mencetak 3 gol. Di samping itu, dia juga buat geleng-geleng kepala ketika meludahi seorang fans yang membuatnya sempat disangga polisi. Liverpool seharusnya tidak menyia nyiakan 10 jt poundsterling untuknya. Dia pada akhirnya dipinjamkan ke Bolton Wanderers di 2005 dan dijual setelahnya. Terakhir kali dirinya terdaftar memperkuat klub Malaysia, Sabah FA sebelum akhiri

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.